
Dilansir dari id.wikipedia.org
Pempek atau empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari daging ikan yang digiling lembut dan tepung kanji (secara salah kaprah sering disebut sebagai “tepung sagu”), serta beberapa komposisi lain seperti telur, bawang putih yang dihaluskan, penyedap rasa dan garam. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa penganan pempek pusatnya adalah di Palembang karena hampir semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.
Pempek bisa ditemukan dengan sangat mudah di seantero Kota Palembang; ada yang menjual di restoran, ada yang di pinggir jalan, dan juga ada yang dipikul. Tahun 1980-an, penjual biasa memikul satu keranjang penuh pempek sambil berjalan kaki berkeliling menjajakan makanannya.
Berikut fakta unik tentang pempek atau empek-empek
1. Mulanya disebut kelesan Menurut pemerhati sejarah Palembang, KMS H Andi Syarifuddin, di masa Kesultanan Palembang pempek disebut kelesan. Kelesan sendiri merupakan panganan adat di dalam Rumah Limas yang mengandung sifat dan kegunaan tertentu. Dinamakan kelesan juga karena makanan ini dikeles atau tahan disimpan lama.
2. Asal-usul penyebutan pempek Pempek merupakan sebutan pembeli pada penjual kelesan. Menurut Andi, Empek adalah sebutan bagi orang China yang menjajakan kelesan. Para pembeli sering memanggil penjual kelesan dengan kalimat ‘Pek, empek, mampir sini!’. Hingga saat ini, panggilan pempek pun bertahan dan lebih populer dibandingkan kelesan.
3. Buatan orang asli Palembang Mulanya pempek dibuat oleh orang asli Palembang. Setelah itu pempek dioper ke orang China untuk dijual. Pempek pun mulai ditawarkan para penjual yang berjalan kaki dari kampung ke kampung khususnya di kawasan keraton, tercatat pada tahun 1916
4. Ikan yang digunakan pempek Bahan dasar pembuatan pempek adalah ikan. Seperti halnya ikan tenggiri yang dianggap menghasilkan kualitas terbaik. Namun selain ikan tenggiri, ikan belida juga bisa menghasilkan pempek dengan kualitas super.

5. Kapal selam Kapal selam merupakan salah satu jenis pempek. Bentuknya seperti kantung yang berisi telur di dalamnya. Dulu orang Palembang menyebutnya pempek telok besak. Namun, menurut koki dari Aryaduta Hotel Palembang M Arifin Lubis, disebut pempek kapal selam berhubungan dengan salah satu proses memasak.